Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang datang ke kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang. Kampus menyediakan banyak ruang untuk belajar, termasuk melalui organisasi. Namun, masih banyak mahasiswa baru yang takut mencoba hal baru karena khawatir tidak bisa membagi waktu atau salah memilih organisasi.
Saya
juga pernah tidak tahu organisasi mana yang cocok untuk saya. Karena rasa ingin
tahu, saya mencoba mengikuti kurang lebih delapan organisasi, salah satunya PMII. Bukan karena
ingin menjadi bagian dari semuanya, tetapi karena saya ingin tahu apa yang saya
sukai dan ingin saya dalami selama kuliah.
Selain
itu, saya merasa orang tua sudah membayar mahal untuk mengantarkan saya sampai
ke bangku kuliah. Maka, saya ingin memanfaatkan setiap fasilitas dan kesempatan
yang ada di kampus, termasuk ruang untuk berproses melalui organisasi.
Menemukan
jati diri memang tidak mudah. Kita perlu mencoba, bertemu banyak orang, bahkan
terkadang tertatih-tatih membagi waktu. Namun, dari perjalanan itu saya
akhirnya menemukan salah satu tempat yang paling cocok untuk saya, yaitu PMII
(Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).
PMII Merupakan Ruang untuk Belajar dan Bertumbuh
Di PMII, saya menemukan banyak hal yang tidak selalu diajarkan di dalam kelas. Saya belajar menulis, berdialog, berbicara di depan umum, membangun relasi, hingga menyelesaikan persoalan. Ada diskusi yang membahas berbagai persoalan, latihan kepemimpinan, kepenulisan, pembuatan karya tulis ilmiah, serta proses belajar bersama mentor.
Bagi
saya, PMII bukan sekadar tempat berkumpul. PMII adalah ruang untuk membentuk
cara berpikir. Kita belajar menyampaikan pendapat, dan melihat persoalan dari
sudut pandang yang lebih luas.
Saya
juga belajar bahwa menjadi mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan
akademik. Soft skill, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan
membangun relasi juga penting. Dari organisasi, kita bertemu dengan banyak
orang dan belajar bahwa relasi bukan sekadar soal mengenal seseorang, tetapi
tentang silaturahmi dan membuka ruang untuk saling belajar.
Dari Kader hingga Memimpin Kampus
Tentu,
masuk PMII tidak berarti seseorang otomatis akan menjadi pemimpin atau
mendapatkan jabatan. Namun, proses di dalamnya mengajarkan banyak hal yang
dibutuhkan untuk menuju ke sana. Kita belajar berbicara, mendengar, mengambil
keputusan, membangun jaringan, dan bertanggung jawab.
Jejaring
PMII pun tidak berhenti ketika seseorang lulus kuliah. Di berbagai bidang, kita
dapat menemukan alumni PMII yang tetap mengambil peran. Dari kampus hingga
ruang-ruang sosial yang lebih luas, jaringan tersebut menjadi salah satu pintu
untuk bertemu, belajar, dan berkembang.
Karena
itu, untuk mahasiswa baru yang masih takut mencoba, jangan buru-buru menutup
diri. Kamu tidak harus langsung menemukan tempat yang paling cocok. Cukup
berani mencoba dan mengenal berbagai kemungkinan.
Saya
sendiri harus mencoba beberapa tempat sebelum akhirnya menemukan ruang yang
paling sesuai. Dari semua perjalanan itu, PMII menjadi salah satu tempat yang
paling memberikan saya ruang untuk belajar dan bertumbuh.
Karena
menemukan jati diri tidak selalu dimulai dari sebuah kepastian. Kadang, kita
harus mencoba banyak pintu terlebih dahulu untuk mengetahui pintu mana yang
ingin kita masuki.
Dan
bagi saya, dari banyak pintu yang pernah saya coba, PMII adalah salah satu
pintu yang paling tepat untuk bertumbuh.
[Kabid Kepenulisan Aprillo]
